Minggu, 14 Oktober 2012


 AL ISLAM MENEBAR KETELADANAN UNTUK MERAIH INSAN YANG CERDAS BERAKHLAK
HIDUP ITU PILIHAN……..
(Renungan Remaja ; Masa ke-emas-an menuju masa depan )
Oleh : Imron Hanafi
            Hidup itu pilihan…….! Kalimat ini sebenarnya sederhana, tetapi kalau direnungkan ternyata maknanya dalam dan berarti untuk kehidupan. Dalam kehidupan sehari – hari siapapun, kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun setiap orang pasti dihadapkan pada pilihan – pilihan. Dalam memilih yang perlu diingat adalah resiko atau konsekuensi pilihan – sebuah pilihan apapun pasti ada resikonya, bahkan sikap tidak memilih adalah sebuah pilihan yang juga terdapat konsekuensinya.
            Pilihan pada usia remaja akan menjadi penentu masa depan, karena remaja sering kita kenal sebagai awal kehidupan untuk menemukan jati diri/identitas, dalam istilah gaul anak remaja sering disebut sebagai ABG alias Anak Baru Gede. Namanya anak baru gede tentu banyak hal baru yang dialami terutama dalam hal perubahan fisik dan mental (rasa/pengalaman yang belum pernah dialami pada usia Balita). Dalam istilah agama anak remaja memasuki usia baligh dengan ciri – ciri sudah Mumayyis yaitu bisa membedakan baik – buruk atau benar – salah (oleh karena itu pada usia baligh/remaja mempunyai kewajiban menjalankan rukun Islam seperti sholat, puasa  serta syariat Islam yang lain dan apabila meninggalkan sudah mendapatkan dosa – berbeda dengan anak balita yang belum dikenakan syariat Islam dan tidak berdosa ketika tidak menunaikan syariat Islam)
            Usia remaja merupakan Transisi bisa berarti perubahan fisik dan Perpindahan kondisi mental dari usia balita akan menuju masa dewasa, oleh karena itu pada usia remaja perlu mendapat perhatian serius, karena perubahan ini sangat menentukan masa depan seseorang, sebagian sukses melewati masa remaja dan menjadi pribadi matang dan dewasa tetapi sebagian gagal dan menjadi pribadi ke-kanak – kanak-an walaupun usianya sudah dewasa atau tua sekalipun, sehingga ada pameo Tua itu pasti tapi dewasa itu pilihan artinya semua orang sudah pasti dengan bertambahnya umur menjadi tua tetapi belum tentu semua yang tua itu dewasa dalam bertindak dan bersikap.
 Banyak hal yang erat kaitanya dengan dunia remaja apabila dibiarkan berkembang liar akan merusak dan membawa malapetaka dalam kehidupan masa depan remaja, pintu kenakalan remaja bermula dari sebab – sebab berikut :



  1. Tertarik Terhadap Lawan Jenis
Memasuki usia ABG anak tertarik terhadap lawan jenis merupakan sunatullah dan alamiah, wajar pada usia ini anak ingin punya pacar – terkadang keinginan punya pacar karena hanya persoalan ”gengsi” ingin seperti teman – temanya yang punya pacar sehingga sebagian merasa minder apabila tidak punya pacar.
Pacaran seolah – olah menjadi trend dan banyak para remaja yang terjebak dalam energi penuh semangat dalam kenikmatan semu pacaran tidak sadar betapa masa depan menjadi tumbalnya. Emosi / energi remaja untuk mempunyai pacar apabila dibiarkan dan diikuti akan mendatangkan masalah, sebagai remaja yang masih labil (emosi/mental belum matang) menjalin hubungan pacaran sering kali mendatangkan bencana dan malapetaka kahidupan remaja sendiri, mempermalukan keluarga dan sahabat dekat, mencemarkan nama baik sekolah hingga mencemarkan nama baik kampung atau Desanya.
Kasus – kasus beredarnya video porno pelajar karena pacaran dengan pergaulan bebas tanpa batas sehingga membuat hancur masa depan, minggat dari rumah karena dilarang berpacaran, anak bunuh diri karena putus cinta atau cinta ditolak, hamil sebelum nikah sehingga putus sekolah, pelajar menggugurkan bayi (aborsi) sehingga harus masuk penjara karena berurusan dengan polisi, prestasi belajar jatuh karena waktu tersita ber-sms-an sampai larut malam atau konsentrasi belajar terganggu karena stress ada masalah dalam pacaran, bahkan yang baru terjadi salah satu siswa di Ngawi tega membunuh Bidan sebagai ibu angkat gadis pujaan hatinya hanya karena persoalan sepele dilarang berpacaran dan masih seabrek dampak negatif lainya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu, semua kasus ini tidak lain disebabkan karena remaja hanya berfikir kenikmatan sesaat tanpa memperdulikan akibat dan resiko yang akan menimpa.
Seseorang yang tertarik terhadap lawan jenis dengan cara apapun sekalipun negatif akan berusaha tampil untuk menarik perhatian, bahkan tidak jarang remaja yang mestinya masuk sekolah rela harus ngambek tidak mau sekolah sebelum dibelikan HP, sepeda montor dan lainya. Intinya rasa gengsi dan keinginan mempunyai fasilitas untuk mempermudah hubungan pacaran menyebabkan rasionalitas tidak berfungsi sehingga tidak memikirkan resiko negatif yang akan menimpa di masa depan.


  1. Bangga apabila di cap negatif
Beragam cara remaja dalam proses pencarian jati diri, sebagian memanfaatkan  masa remaja untuk belajar mengukir prestasi, aktif di organisasi, remaja masjid, olah raga dan berbagai kegiatan positif yang lain, tetapi ada sebagian remaja yang nyeleneh bin ajaib bangga apabila disebut anak nakal dan malu apabila disebut anak baik, ini bisa dilihat dalam keseharian kehidupan remaja dengan tidak sadar dengan bangga apabila menceritakan pengalaman negative dan selalu pingin tampil berani – walaupun negatif. Kasus – kasus yang dialami pelajar di sekolah senang tampil baju tidak rapi dengan baju keluar, lebih senang bersepatu putih, senang rambut dengan berbagai model dan diberi warna merah, suka membolos, bahkan ada anak aktif pramuka disebut anak lugu kampungan, sikap – sikap ini sebagai cermin bentuk pencarian jati diri remaja untuk menunjukkan inilah  “AKU” .
  1.  
Kasus – kasus  di atas merupakan fakta kehidupan remaja, karena remaja identik masa pencarian jati diri, tetapi pada intinya persoalan remaja atau bahkan persoalan kehidupan orang dewasa pun bermula pada eksekusi pilihan yang diambil, inti pilihan kehidupan ada dua ; pertama pilihan untuk lebih dulu merasakan pahit dan susahnya baru merasakan manis, rasa senang dan enaknya (Berakit – rakit ke hulu berenang – renang ke tepian) Kedua Pilihan untuk lebih dulu merasakan senang dan enaknya lebih dulu baru menerima resiko susah dan menderita.
Kedua pilihan di atas akan selalu menjadi landasan dalam memilih apapun dalam kehidupan ini, baik untuk kesenangan dunia maupun kebahagiaan di akhira