smp al islam pehnangka
Selasa, 15 September 2015
Minggu, 04 November 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
HIDUP ITU PILIHAN……..
(Renungan Remaja ; Masa ke-emas-an menuju masa depan )
Oleh : Imron Hanafi
Hidup
itu pilihan…….! Kalimat ini sebenarnya sederhana, tetapi kalau direnungkan
ternyata maknanya dalam dan berarti untuk kehidupan. Dalam kehidupan sehari –
hari siapapun, kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun setiap orang pasti
dihadapkan pada pilihan – pilihan. Dalam memilih yang perlu diingat adalah
resiko atau konsekuensi pilihan – sebuah pilihan apapun pasti ada resikonya,
bahkan sikap tidak memilih adalah sebuah pilihan yang juga terdapat konsekuensinya.
Pilihan
pada usia remaja akan menjadi penentu masa depan, karena remaja sering kita
kenal sebagai awal kehidupan untuk menemukan jati diri/identitas, dalam istilah
gaul anak remaja sering disebut
sebagai ABG alias Anak Baru Gede. Namanya anak baru gede tentu banyak hal baru
yang dialami terutama dalam hal perubahan fisik dan mental (rasa/pengalaman
yang belum pernah dialami pada usia Balita).
Dalam istilah agama anak remaja memasuki usia baligh dengan ciri – ciri sudah Mumayyis
yaitu bisa membedakan baik – buruk atau benar – salah (oleh karena itu pada
usia baligh/remaja mempunyai kewajiban menjalankan rukun Islam seperti sholat,
puasa serta syariat Islam yang lain dan
apabila meninggalkan sudah mendapatkan dosa – berbeda dengan anak balita yang
belum dikenakan syariat Islam dan tidak berdosa ketika tidak menunaikan syariat
Islam)
Usia
remaja merupakan Transisi bisa berarti perubahan fisik dan Perpindahan kondisi mental
dari usia balita akan menuju masa dewasa, oleh karena itu pada usia remaja
perlu mendapat perhatian serius, karena perubahan ini sangat menentukan masa
depan seseorang, sebagian sukses melewati masa remaja dan menjadi pribadi
matang dan dewasa tetapi sebagian gagal dan menjadi pribadi ke-kanak – kanak-an
walaupun usianya sudah dewasa atau tua sekalipun, sehingga ada pameo Tua itu pasti tapi dewasa itu
pilihan artinya semua orang sudah pasti dengan bertambahnya umur
menjadi tua tetapi belum tentu semua yang tua itu dewasa dalam bertindak dan
bersikap.
Banyak hal yang erat kaitanya dengan dunia
remaja apabila dibiarkan berkembang liar akan merusak dan membawa malapetaka dalam
kehidupan masa depan remaja, pintu kenakalan remaja bermula dari sebab – sebab
berikut :
- Tertarik Terhadap Lawan Jenis
Memasuki usia ABG anak tertarik
terhadap lawan jenis merupakan sunatullah dan alamiah, wajar pada usia ini anak
ingin punya pacar – terkadang keinginan punya pacar karena hanya persoalan ”gengsi”
ingin seperti teman – temanya yang punya pacar sehingga sebagian merasa minder
apabila tidak punya pacar.
Pacaran seolah – olah menjadi trend dan banyak para remaja yang terjebak
dalam energi penuh semangat dalam kenikmatan semu pacaran tidak sadar betapa
masa depan menjadi tumbalnya. Emosi / energi remaja untuk mempunyai pacar
apabila dibiarkan dan diikuti akan mendatangkan masalah, sebagai remaja yang
masih labil (emosi/mental belum matang) menjalin hubungan pacaran sering kali
mendatangkan bencana dan malapetaka kahidupan remaja sendiri, mempermalukan
keluarga dan sahabat dekat, mencemarkan nama baik sekolah hingga mencemarkan
nama baik kampung atau Desanya.
Kasus – kasus beredarnya video porno pelajar
karena pacaran dengan pergaulan bebas tanpa batas sehingga membuat hancur masa
depan, minggat dari rumah karena dilarang berpacaran, anak bunuh diri karena
putus cinta atau cinta ditolak, hamil sebelum nikah sehingga putus sekolah,
pelajar menggugurkan bayi (aborsi) sehingga harus masuk penjara karena
berurusan dengan polisi, prestasi belajar jatuh karena waktu tersita ber-sms-an
sampai larut malam atau konsentrasi belajar terganggu karena stress ada masalah
dalam pacaran, bahkan yang baru terjadi salah satu siswa di Ngawi tega membunuh
Bidan sebagai ibu angkat gadis pujaan hatinya hanya karena persoalan sepele
dilarang berpacaran dan masih seabrek dampak negatif lainya yang tidak mungkin
disebutkan satu persatu, semua kasus ini tidak lain disebabkan karena remaja
hanya berfikir kenikmatan sesaat tanpa memperdulikan akibat dan resiko yang
akan menimpa.
Seseorang yang tertarik terhadap
lawan jenis dengan cara apapun sekalipun negatif akan berusaha tampil untuk
menarik perhatian, bahkan tidak jarang remaja yang mestinya masuk sekolah rela
harus ngambek tidak mau sekolah sebelum dibelikan HP, sepeda montor dan lainya.
Intinya rasa gengsi dan keinginan mempunyai fasilitas untuk mempermudah
hubungan pacaran menyebabkan rasionalitas tidak berfungsi sehingga tidak memikirkan
resiko negatif yang akan menimpa di masa depan.
- Bangga apabila di cap negatif
Beragam cara remaja dalam proses
pencarian jati diri, sebagian memanfaatkan masa remaja untuk belajar mengukir prestasi,
aktif di organisasi, remaja masjid, olah raga dan berbagai kegiatan positif
yang lain, tetapi ada sebagian remaja yang nyeleneh
bin ajaib bangga apabila disebut anak nakal dan malu apabila disebut anak
baik, ini bisa dilihat dalam keseharian kehidupan remaja dengan tidak sadar dengan
bangga apabila menceritakan pengalaman negative dan selalu pingin tampil berani
– walaupun negatif. Kasus – kasus yang dialami pelajar di sekolah senang tampil
baju tidak rapi dengan baju keluar, lebih senang bersepatu putih, senang rambut
dengan berbagai model dan diberi warna merah, suka membolos, bahkan ada anak
aktif pramuka disebut anak lugu kampungan, sikap – sikap ini sebagai cermin
bentuk pencarian jati diri remaja untuk menunjukkan inilah “AKU” .
Kasus – kasus di atas merupakan fakta kehidupan remaja,
karena remaja identik masa pencarian jati diri, tetapi pada intinya persoalan
remaja atau bahkan persoalan kehidupan orang dewasa pun bermula pada eksekusi
pilihan yang diambil, inti pilihan kehidupan ada dua ; pertama pilihan untuk lebih dulu merasakan pahit dan susahnya baru
merasakan manis, rasa senang dan enaknya (Berakit – rakit ke hulu berenang –
renang ke tepian) Kedua Pilihan untuk
lebih dulu merasakan senang dan enaknya lebih dulu baru menerima resiko susah
dan menderita.
Kedua pilihan di atas akan selalu menjadi
landasan dalam memilih apapun dalam kehidupan ini, baik untuk kesenangan dunia
maupun kebahagiaan di akhira
Langganan:
Postingan (Atom)
